Articles‎ > ‎

MENELADANI AKHLAK RASULULLAH

Puji yang maha tinggi, sanjungan yang maha agung, kita persembahkan ke hadirat Ilahi Rabbi, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat taufik, hidayah, ma’unah serta nikmat-Nya yang tiada terhingga, pada hari ini, kita bersama-sama dapat menghadiri cara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat serta salam, marilah kita  sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya,  yang pada hari ini tengah kita peringati hari kelahirannya, sekitar lima belas abad yang lalu.

Ibu-ibu dan hadirat sekalian yang berbahagia.

Maulid Nabi Muhammad SAW ini pantas kita peringati oleh para kaum wanita atau kaum ibu pada khususnya, dan umat Islam pada umumnya dalam rangka memuliakan dan menyatakan terima kasih kepadanya, karena selama hidupnya, beliau telah mencurahkan segenap jiwa raganya untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari kesesatan, kegelapan dan kebodohan menuju kehidupan yang lurus, terang benderang, berbudaya dan beradab, menuju kehidupan yang  bahagia di dunia dan akhirat.

Selanjutnya sebagaimana kita baca dalam sejarah,  bahwa Muhammad SAW tercatat sebagai Nabi yang paling  berhasil melaksanakan tugasnya  mengemban risalah Allah dalam waktu yang singkat, dengan resiko yang kecil, namun pengaruhnya sangat luas dan terus berlaku hingga sekarang. Karena keberhasilannya yang luar biasa itu, Allah SWT dan para malaikatnya menyampaikan salam dan hormat kepada beliau, dan kepada kita juga dianjurkan agar menyampaikan salam dan hormat kepadanya, antara lain melalui peringatan maulid ini. Allah SWT menyatakan:

¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áム’n?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkš‰r'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmø‹n=tã (#qßJÏk=y™ur $¸JŠÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya (Q.S. al-Ahzab, 33:56).

                Selanjutnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengingatkan kita tentang pentingnya meneladani akhlak beliau yang mulia, serta mengamalkan ajaran yang dibawanya. Allah SWT berfirman:

4 !$tBur ãNä39s?#uä ãAqߙ§9$# çnrä‹ã‚sù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù 4

Artinya: Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dirangnya bagimu maka tinggalkanlah. Q.S. al-Hasyr, 59:7).

 

                Di antara akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani atau ajaran yang dibawanya yang patut kita ikuti dan laksanakan adalah:

                Pertama, melaksanakan shalat lima waktu. Beliau menyatakan, bahwa shalat adalah tiang agama, shalat menjadi pembeda antara seorang muslim dan non muslim, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan munkar, shalat merupakan mi’rajnya seorang muslim, shalat merupakan kesempatan manusia berdialog, mengadu, dan memohon kepada Allah SWT, shalat merupakan amal yang pertama sekali akan ditanya di akhirat, jika shalatnya baik, maka akan ada harapan amal yang lainnya akan baik;  selain itu  shalat akan memberikan pengaruh kesehatan fisik dan ruhani, serta  kesehatan sosial, apa lagi shalat tersebut dilaksanakan secara berjamaah. Karena demikian pentingnya shalat ini, hingga sampai menjelang ajalnya atau menjelang wafatnya, beliau mengingatkan umatnya, agar jangan meninggalkan shalat.

                Kedua, menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadisnya, beliau menyatakan:

 

Artinya: Bahwasanya aku diutus ke di dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. (Riwayat Ahmad)

                Menurut catatan sejarah, bahwa pada saat beliau diutus ke muka seluruh akhlak manusia di dunia ini, seperti akhlak orang Romawi, orang Yunani, orang China, India, Persia dan lainnya dalam keadaan  merosot yang disebabkan karena menyembah selain Allah, memperturutkan hawa nafsu. Kehidupan ummat manusia saat itu tak ubahnya seperti binatang yang tidak mengenal halal dan haram, dan tidak mengenal tata krama, budi pekerti, akhlak dan sopan santun. Beliau berhasil merubah akhlak yang rusak dan buruk itu menjadi akhlak yang mulia.

Di antara akhlak yang beliau ajarkan adalah menghormati, menyayangi dan memuliakan orang tua, terutama ibu. Ketika ada seorang sahabat bertanya kepada beliau tentang siapakan orang yang harus lebih dahulu dihormati, beliau menjawab:ibumu, ibumu, ibumu, sampai tiga kali, dan kemudian bapakmu. Akhlak mulia lainnya yang beliau ajarkan adalah menghormati dan memuliakan tetangga, karena tetanggalah orang yang terdekat dengannya. Akhlak kepada tetangga itu  antara lain jika saling bertemu mengucapkan salam, jika diundang agar didatangi, jika sakit hendaknya dijenguk, dan jika meninggal hendaknya diantarkan jenazahnya ke pemakaman; selanjutnya jika seseorang memasak makanan, atau hidangan yang baunya tercium oleh tetangga kita, maka hendaknya air kuah hidangan itu diperbanyak, sehingga tetangga kita dapat diberikan hidangan tersebut. Selanjutnya beliau juga menyatakan, bahwa seseorang belum dapat dikatakan telah beriman yang sempurna, jika perutnya kenyang sendiri, sedangkan tetangganya menderita kelapan.

Selanjutnya beliau juga mengajarkan akhlak terhadap lingkungan. Beliau mengajarkan agar memelihara dan menjaga kebersihan. Beliau menyatakan, bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman. Beliau juga melarang kita buang air di air yang tergenang atau tidak mengalir agar tidak  menimbulkan bau busuk dan  menyebarkan penyakit.  Selanjutnya beliau  melarang kita buang air di bawah pohon yang berbuah. Beliau juga melarang seseorang menyiksa binatang. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah menceritakan tentang seorang wanita yang masuk neraka, karena menyiksa seekor kuncing, tidak diberi makan hingga mati; sebaliknya ada seseorang yang masuk syurga, karena memberi minum seekor anjing yang kehausan hampir mati dengan cara mengambil air dari dalam sumur dengan sepatunya dan memberikannya kepada anjing itu. Beliau juga menganjurkan agar berbuat baik pada tumbuh-tumbuhan. Beliau menyatakan, bahwa jika esok akan datang hari kiamat, sedangkan di tanganmu ada benih tanaman, maka hendaknya benih tanaman itu ditanam lebih dahulu, karena bibit tanaman itu punya hak hidup. Beliau juga menyatakan bahwa memelihara tanaman adalah ibadah. Beliau menyatakan, jika seseorang menanam tanaman, lalu buah tanaman tersebut dimakan burung atau manusia, maka Allah akan mengampuni dosa orang yang menanam tanaman itu.

Ketiga, melaksanakan fungsi dan peran sebagai istri atau sebagi ibu. Sebagai seorang istri, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita menjadi istri yang shalihah, yaitu istri yang taat menjalankan perintah Allah, taat kepada suami, menjaga amanahnya, berupa harta benda, termasuk diri kita sendiri, ketika suami tidak ada di rumah, menyenangkan hatinya, menjaga kehormatannya, menghormati orang tua dan keluarganya. Semua ini dilakukan dengan ikhlas dan dalam rangka beribadah kepada Allah, dan kita jadikan pelaksanaan tugas-tugas sebagai istri ini, sebagai ladang amal guna meraih keridlaan Allah pada balasan pahalanya berupa syurga di akhirat nanti. Dalam salah satu hadisnya beliau menyatakan, bahwa jika seorang wanita  taat kepada Allah, dan taat kepada suaminya, maka ia akan dipersilakan masuk syurga dari pintu manapun yang ia sukai. Selanjutnya sebagi ibu, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita memelihara kesehatan dan pertumbuhan fisik putera-puteri kita, mengisi jiwanya dengan akhlak mulia, mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, dan mengiasi fisiknya dengan berbagai keterampilan. Yakni mengisi kepala (head) atau otaknya dengan ilmu pengetahuan, mengisi hati (heart) atau jiwanya dengan akhlak, dan menghiasi tangan (hand) atau fisiknya dengan berbagai keterampilan. Dengan mengidi ketiga H (triple H) ini, maka anak kita akan menjadi anak yang sempurna atau insan kamil yang akan siap menghadapi tantangan zaman yang penuh persaingan. Caranya adalah dengan memberikan teladan yang baik, bimbingan, pembiasaan, dan latihan.

Itulah antara lain akhlak dan ajaran yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada kita semua. Dan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ini, marilah kita ingat dan renungkan dan kita amalkan kembali akhlak dan ajarannya itu, sehingga maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentun introspeksi diri untuk kembali kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah sambutan ini saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih, dan jika ada ucapan atau  tutur kata yang saya sampaikan ini kurang berkenan, saya mohon dima’afkan. Karena yang benar itu datangnya dari Allah SWT, sedangkan yang salah itu datangnya dari manusia. Allah SWT tidak pernah berbuat salah. Sedangkan manusia terkadang berbuat salah. Dan mudah-mudahan kehadiran kita ini mendapatkan berkah dan ridla Allah SWT. Amin.

Wabillahit taufik wa al-hidayah, wal afwu minkum,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Comments